Tampilkan postingan dengan label muhasabah Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah Diri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Hukum Potong Kuku Dan Rambut Saat Berkurban

PENJELASAN TENTANG HUKUM MEMOTONG RAMBUT DAN KUKU BAGI YANG INGIN BERKURBAN
Boleh atau tidaknya potong kuku dan rambut bagi orang yang ingin berkurban memang masih menjadi perdebatan. Perdebatan ini tidak hanya terjadi belakangan, seperti yang terlihat di medsos, tetapi juga sudah didiskusikan oleh ulama terdahulu.

Hukum Potong Kuku Dan Rambut Saat Berkurban

Permasalahan ini berawal dari perbedaan ulama dalam memahami hadits riwayat Ummu Salamah yang terdokumentasi dalam banyak kitab hadits. Ia pernah mendengar Rasulullah SAW berkata:
إذا دخل العشر من ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره ولا بشره شيئا حتى يضحي
Artinya, “Apabila sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah masuk dan seorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikitpun, sampai (selesai) berkurban,” (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain).
Pemahaman ulama terhadap hadits ini dapat dipilah menjadi dua kategori. Pendapat pertama memahami hadits ini mengatakan bahwa Nabi SAW melarang orang yang berkurban memotong kuku dan rambutnya. Sementara pendapat kedua mengatakan, yang dilarang itu bukan memotong kuku dan rambut orang yang berkurban (al-mudhahhi), tetapi hewan kurban (al-mudhahha). Uraiannya sebagai berikut.

Argumentasi Pendapat Pertama
Pendapat pertama mengatakan hadis di atas bermaksud larangan Nabi untuk tidak memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin berkurban. Larangan tersebut dimulai dari sejak awal sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Artinya, ia diperbolehkan memotong kuku dan rambutnya setelah selesai kurban.
Kendati kelompok pertama sepakat akan pemaknaan hadits ini ditujukan untuk orang berkurban, namun mereka berbeda pendapat terkait maksud dan implikasi larangan Nabi tersebut: apakah berimplikasi pada kerahaman? Makruh? Atau hanya mubah saja? Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menyimpulkan.
الحاصل أن المسألة خلافية، فالمستحب لمن قصد أن يضحي عند مالك والشافعي أن لا يحلق شعره، ولا يقلم ظفره حتي يضحي، فإن فعل كان مكروها. وقال أبو حنيفة: هو مباح ولا يكره ولا يستحب، وقال أحمد: بتحريمه
Artinya, “Intinya ini masalah khilafiyah: menurut Imam Malik dan Syafi’i disunahkan tidak memotong rambut dan kuku bagi orang yang berkurban, sampai selesai penyembelihan. Bila dia memotong kuku ataupun rambutnya sebelum penyembelihan dihukumi makruh. Sementara Abu Hanifah berpendapat memotong kuku dan rambut itu hanyalah mubah (boleh), tidak makruh jika dipotong, dan tidak sunah pula bila tidak dipotong. Adapun Imam Ahmad mengharamkannya.
Itulah pendapat ulama terkait kebolehan potong kuku dan rambut pada saat berkurban. Ada ulama menganjurkan, membolehkan, bahkan mengharamkan. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’mengatakan, hikmah dari kesunahan ini ialah agar seluruh tubuh di akhirat kelak diselamatkan dari api neraka. Sebab sebagaimana diketahui, ibadah kurban dapat menyelamatkan orang dari siksa api neraka.
Selain itu, ada pula yang berpendapat bahwa larangan potong rambut dan kuku ini disamakan orang yang ihram. Artinya, selama sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah tidak dibolehkan potong rambut dan kuku sebagaimana halnya orang ihram. Pendapat ini dikritik oleh sebagian ulama karena analoginya tidak tepat. Imam An-Nawawi mengatakan sebagai berikut.
قال أصحابنا الحكمة في النهي أن يبقى كامل الأجزاء ليعتق من النار وقيل للتشبيه بالمحرم قال أصحابنا وهذا غلط لأنه لا يعتزل النساء ولا يترك الطيب واللباس وغير ذلك مما يتركه المحرم
Artinya, “Ulama dari kalangan madzhab kami mengatakan hikmah di balik larangan tersebut adalah agar seluruh anggota tubuh tetap ada/sempurna dan terbebas dari api neraka. Adapula yang berpendapat, karena disamakan (tasyabbuh) dengan orang ihram. Menurut ashab kami, pendapat ini tidak tepat, karena menjelang kurban mereka tetap boleh bersetubuh, memakai wangian, pakaian, dan tindakan lain yang diharamkan bagi orang ihram.

Argumentasi Pendapat Kedua
Pendapat kedua menyatakan bahwa yang dilarang itu bukan memangkas rambut orang yang berkurban ataupun memotong kukunya, tetapi memotong bulu dan kuku hewan kurban. Alasannya, karena bulu, kuku, dan kulit hewan kurban tersebut akan menjadi saksi di hari akhirat kelak.
Pandangan ini sebetulnya tidak populer dalam kitab fikih, terutama fikih klasik. Maka dari itu, Mula Al-Qari menyebut ini pendapat gharib (aneh/unik/asing). Ia mengatakan dalam Mirqatul Mafatih.
وأغرب ابن الملك حيث قال: أي: فلا يمس من شعر ما يضحي به وبشره أي ظفره وأراد به الظلف
Artinya, “Ada pendapat gharib dari Ibnul Malak. Menurutnya, hadits tersebut berarti tidak boleh mengambil (memotong) bulu dan kuku hewan yang dikurbankan.”
Pendapat yang dikatakan asing oleh Mula Al-Qari ini, belakangan dikuatkan oleh Kiai Ali Mustafa Yaqub. Dalam kitabnya At-Turuqus Shahihah fi Fahmis Sunnatin Nabawiyah, Kiai Ali mengatakan, hadits ini perlu dikomparasikan dengan hadits lain. Pemahaman matan hadits tidak akan sempurna jika hanya memahami satu hadits. Sebab itu, almarhum sering menegaskan Al-hadits yufassiru ba’dhuhu ba’dhan (hadits saling menafsirkan antara satu dengan lainnya).
Dalam disiplin pemahaman hadits (fiqhul hadits atau turuqu fahmil hadits) dikenal istilah wihdatul mawdhu’iyah fil hadits(kesatuan tema hadits). Teori ini digunakan untuk menelusuri ‘illat atau maksud satu hadits. Terkadang dalam satu hadits tidak disebutkan ‘illat dan tujuan hukumnya sehingga perlu dikomparasikan dengan hadits lain yang lebih lengkap, selama ia masih satu pembahasan. Terlebih lagi, ada satu hadits yang maknanya umum, sementara pada hadits lain, dalam kasus yang sama, maknanya lebih spesifik dan jelas.
Menurut Kiai Ali, memahami hadis Ummu Salamah di atas perlu dikomparasikan dengan riwayat ‘Aisyah yang berbunyi sebagai berikut.
ما عمل آدمي من عمل يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم، إنه ليأتي يوم القيامة بقرونها وأشعارها وأظلافها. وإن الدم ليقع من الله بمكان قب أن يقع من الأرض فطيبوا بها نفسا
Artinya, “Rasulullah SAW mengatakan, ‘Tidak ada amalan anak adam yang dicintai Allah pada hari Idhul Adha kecuali berkurban. Karena ia akan datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya. Saking cepatnya, pahala kurban sudah sampai kepada Allah sebelum darah hewan sembelihan jatuh ke tanah. Maka hiasilah diri kalian dengan berkurban (HR Ibnu Majah).
Begitu pula dengan hadits riwayat al-Tirmidzi:
لصاحبها بكل شعرة حسنة
Artinya, “Bagi orang yang berkurban, setiap helai rambut (bulu hewan kurban) adalah kebaikan,” (HR At-Tirmidzi).
Berdasarkan pertimbangan dua hadits ini, Kiai Ali menyimpulkan bahwa yang dilarang Nabi itu bukan memotong rambut dan kuku orang yang berkurban, tapi hewan kurban. Karena, rambut dan kuku hewan itulah yang nanti menjadi saksi di akhirat kelak. Almarhum Kiai Ali mengatakan.
فالعلة في تحريم قطع الشعر والأظافر ليكون ذلك شاهدا لصاحبها يوم القيامة وهذا الإشهاد إنما يناسب إذا كان المحرم من القطع شعر الأضحية وأظافرها، لا شعر المضحى
Artinya, “’Illat larangan memotong rambut dan kuku ialah karena ia akan menjadi saksi di hari kiamat nanti. Hal ini tepat bila dikaitkan dengan larangan memotong bulu dan kuku hewan kurban, bukan rambut orang yang berkurban.”
Kedua pendapat di atas merupakan upaya masing-masing ulama memahami dalil. Yang perlu ditegaskan di sini adalah bahwa konteks hadits di atas tertuju bagi orang yang berkurban saja, bukan untuk semua orang. Bagi orang yang tidak berkurban, tidak ada soal jika ia akan memangkas rambut atau memotong kukunya.
Menurut pandangan kami pribadi, kedua pendapat di atas dapat diamalkan sekaligus: selama menunggu proses kurban, lebih baik tidak memangkas rambut ataupun memotong kuku, bila itu memang tidak diperlukan. Namun andaikan, kukunya sudah panjang dan kotor, dan rambutnya sudah panjang dan berkutu, silakan dipotong dan kurbannya tetap dilanjutkan. Sebab memotong rambut tersebut tidak berimplikasi pada sah atau tidaknya kurban.
Kemudian untuk mengakomodasi pendapat kedua, jangan sampai kita mematahkan tanduk, kuku, ataupun memangkas bulu hewan kurban, karena kelak ia akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT. Wallahu a’lam.

Sumber : AnnisObik El_Qurrota Dan Berbagai Sumber

Jumat, 29 Desember 2017

Kapan Harta Benda Bernilai

Harta, Tahta, wanita adalah sebuah gambaran yang sangat relevan dalam bilik hidup yang kita jalani setiap harinya. bahkan Ia bisa membawa keburukan maupun kebaikan dalam sela-sela kehidupan kita, hanya saja ketika kita mampu mengolah dan menggunakan dengan baik maka Ia akan menjadi penyelamat kita, dan sebaliknya ketika kita menggunakannya dengan ketidak baikan maka Ia akan menyeret kita dalam lubang kenistaan.

Kapan Harta Benda Bernilai


Kapan Uang Bernilai? Saat Anda Memperlakukannya Dengan Benar

Kadang masih banyak orang yang tidak mengetahui dengan baik nilai uang. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup. dalam sejenak di benak nya, mungkin Dia tidak bertanya, Kapan Uang Bernilai?
Saya merasa, sebagai umat Islam bahwa Anda sudah memahami konsep hidup dengan harta. Bahwa kita tidak boleh hanya mengumpulkan harta seolah-olah harta akan menyelamatkan kita atau membuat kita kekal abadi nan jaya. Orang seperti ini pekerjaan nya hanya menumpuk harta, seolah hidup dunia akhirat bisa diselamatkan oleh harta benda yang di miliki nya.
Dalam kondisi ini, uang sama sekali tidaklah bernilai. Lalu kondisi seperti apa yang membuat uang menjadi bernilai?

Kapan Harta Uang Bernilai
_Yang pertama, uang akan bernilai jika uang menjadi pelayan kita. Artinya keberadaan uang bisa membantu kita untuk mendapatkan keinginan kita dunia maupun akhirat. Uang akan bernilai saat Anda gunakan untuk menunaikan ibadah haji. uang akan bernilai saat Anda menginfakkan uang tersebut dengan baik dan benar.
Uang akan bernilai saat Anda gunakan untuk memberi nafkah anak istri (bagi seorang suami). Uang juga akan bernilai saat Anda gunakan untuk berjuang dijalan Allah (Jihad Fiisabilillah). Jadi Kapan Uang Bernilai? Tergantung cara Anda memanfaatkan dan bisa di biang dalam menghabiskannya.
_Yang kedua, uang akan bernilai jika uang tersebut bersirkulasi dengan baik. Uang Anda hanya akan bernilai jika digunakan. Jika Anda hanya menumpuk uang, maka uang Anda tidak jauh berbeda dengan koran bekas Anda. Jadikan uang Anda berguna untuk Anda sendiri dan memberi manfaat bagi orang lain.
Jika Anda memberikan kepada orang lain, maka yang mendapat manfaat dari uang tersebut ganda, yaitu Anda dan orang yang menerimanya. Yang perlu diingat ialah, bersirkulasi bukan berarti Anda harus boros dengan uang atau yang anda miliki, tetapi Anda harus menjadikan uang yang Anda miliki menjadi bermanfaat, berkah dan baik.
Inilah pola pikir orang kaya yang sesungguhnya. Uang bukanlah tujuan hidupnya, tetapi sebagai alat untuk meraih tujuan hidupnya. Jadi sebenarnya, saat ini Anda bukanlah sedang mencari uang, tetapi sedang mencari manfaat dibalik uang tersebut.
Jika keyakinan ini sudah kita miliki, kita juga akan menjadi tenang, sebab bisa saja Allah Swt langsung memberikan manfaat kepada kita tidak melalui uang. Tujuan kita sebagai umat Islam ialah untuk meraih ridla Allah, baik melalui uang atau tidak dan bisa melalui selain dari yang kita miliki.

bagi kami uang bukan segalanya, walaupun dengan segalanya membutuhkan uang. yang perlu jadi catatan adalah manfaatkan uang kita dan jangan sampai kita yang di manfaatkan oleh harta benda yang kita miliki, semua hanya titipan sementara dan akan di minta pertanggung jawaban setiap apa yang kita peroleh dan kita keluarkan, sekecil atau sebesar apapun. demikian secoret ungkapan yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat dan memberi sedikit gambaran, agar kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. salam berbahagia sahabat semua.


Sumber : Annisa el_Qurrota' Dan Berbagai Sumber

Kamis, 07 Desember 2017

Membaca Al-Qur'an Secara Tartil Bagi Kesehatan

Bagi kalangan orang yang tidak meyakini Al-Qur'an, mungkin ia hanya selembar kertas biasa yang hanya di buka, dibaca dan di letakak kan tanpa mempengaruhi diri untuk Ketenangan, kedamaian, dan aman. Al-Qur'an adalah Kitab Suci yang di dalam nya sangat banyak terkandung ilmu-ilmu yang pasti belum pernah kita temui sebelum nya. al-Qur'an adalah referensi yang akurat tepat dan pasti kalo kita mau dengan sepenuh hati mendalami keterangan dan penjelasan nya. banyak memberikan manfaat yang luar biasa karena ayat-ayat nya begitu menyentuh dan bikin takjub akan kekuasaan yang menciptakan alam semesta raya ini.

Membaca Al-Qur'an Secara Tartil bagi Kesehatan

"Inilah Diantara Manfa'at Membaca Al-Qur'an Secara Tartil bagi Kesehatan"
Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci Al-Qur'an, baik mereka yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata dapat memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat menangkal berbagai macam penyakit.
Hal tsb dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.
Berikut penjelasanya :
Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.
Nah. . . Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya. Hal tersebut artinya harus dengan suara Maka munculah Terapi suara yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Perancis.
Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa Membaca Al-Qur'an Dengan bersuara, Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.
Penelitian berikutnya membuktikan *Sel Kanker dapat hancur* dengan menggunakan Frekuensi suara saja.
Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur'an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.
Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur'an, dan di saat yang sama , sel-sel sehat menjadi aktif.
Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi.
Silakan dilihat QS. Al-Isro' ayat 82
Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca Al-Qur'an adalah karena menurut survei :
Suara yang paling memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuh adalah suara si pemilik tubuh itu sendiri. Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.

Mengapa Sholat berjama'ah lebih di anjurkan?.
Karena ada do'a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, dan ini bisa mengembalikan sistem yang seharian rusak.
Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?
Karena survei membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar Membuat tubuh tidak seimbang
Maka kesimpulannya adalah :
1. Bacalah Al-Qur'an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur, untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.
2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan *murotal* yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.
Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.
3. Perbaiki baca Al-Qur'an (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid), karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.

nah itu sobat sedikit ulasan keterangan tentang manfaat nya membaca Al-Qur'an semoga kita semakin giat dan terus membaca nya . karena manfaatnya sangat luar biasa. dengan keterangan artikel di atas semoga menambah manfaat dan semangat kita untuk terus membaca, melakukan dan mengamalkan isi dari ayat Al_Qur'an sesuai yang kita mampu, berawal dari kejernihan berfikir dan pengolahan dari dalam hati .semangat selalu sobat semua.


Sumber : AnnisObik El_Qurrota' Dan Berbagai sumber

Selasa, 12 September 2017

Tak Sadarkah Kita

MASIH TAK SADARKAH KITA
"Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal, Karena itulah takdir mereka.
Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu
Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan
Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat
Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu.
Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Tak Sadarkah Kita

Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah. Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan.
Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan. senantiasa berucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah hirobbil alamin, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya. Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.

Baca Juga "Larangan Kencing Berdiri"

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah hirobbil alamin, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya. Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.
Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.
Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia. Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol. Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.
Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.
Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.
Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan.
Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa "rumus kegagalan adalah sikap asal semua orang".
Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.
Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya.
Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.
Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.
Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.
Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.
Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim
semoga bermanfaat ya sobat .salam buat kalian semua. hwehe he

Sumber : Annisabick el_Qurrota'

Senin, 11 September 2017

Rumaysa binti Milhan

Hadis Jabir bin Abdullah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Aku diperlihatkan ke dalam syurga, aku melihat isteri Abu Talhah. Kemudian aku mendengar hentakan orang berjalan, ternyata beliau adalah Bilal.
(HR Muslim: 4495)
Rumaysa binti Milhan
                                               Baca : "berubah menjadi lebih baik "

Rumaysa binti Milhan adalah seorang wanita Muslim yang berpewatakan cemerlang, mempunyai daya intelektual yang tinggi serta seorang yang berdikari dan berprinsip. Dalam masa yang sama, beliau juga adalah isteri yang taat dan solehah serta ibu yang berjaya mendidik anak menjadi pejuang Islam sejati. Beliau adalah ibu kepada sahabat Nabi S.A.W., Anas bin Malik. Berikut merupakan beberapa ringkasan kisah mengenai tokoh Muslimah ini :

Kisah 1: seorang hamba yang taat
Beliau memeluk Islam selepas perjanjian Aqabah pertama. Ketika beliau memeluk Islam, suami beliau, Malik bin Nadhr tiada di rumah. Selepas pulang dari musafir, suaminya tidak menyukai ajaran yang baru di anutinya. Suaminya malahan memarahinya kerana mengajar anak mereka, Anas b. Malik (yang akhirnya menjadi perawi hadith) agama barunya itu. Namun keutuhan Rumaysa' terhadap Islam tidak merubah pendiriannya, hinggalah akhirnya suaminya mati sewaktu bermusafir dan mati sebagai seorang yang bukan Islam.

Kisah 2: seorang wanita yang mempunyai mahar yang terbaik
Selang tidak lama selepas kematian suaminya, Rumaysa' dipinang oleh Zayd ibn Sahl yang dikenali sebagai Abu Talhah. Abu Talhah yang ketika itu belum memeluk agama Islam, begitu yakin bahawa Rumaysa' tidak akan menolaknya kerana Abu Talhah merupakan seorang yang kaya dan antara lelaki yang tampan. Abu Talhah datang kerumahnya dan menyatakan hasrat utk meminang Rumaysa'.
"Aku tidak akan mengahwinimu selagi kamu tidak mengakui bahawa Allah itu adalah Tuhanmu dan Muhammad itu RasulNya".
"Apakah yang menghalangmu daripada berkahwin dengan ku Rumaysa'? Emas dan perak? aku boleh berikan apa sahaja yang kau mahukan".
"Aku bersumpah kepada mu Abu Talhah, aku bersumpah demi Tuhanku dan rasulNya, jika kau menerima Islam sebagai agamamu, aku tidak memerlukan emas dan perak. Cukuplah Islammu sebagai mahar ku".
"Tidakkah kamu tahu Abu Talhah bahawa tuhan yang engkau sembah selain Allah itu diperbuat dari tanah liat? Tidakkah kamu merasa diperbodoh2kan? Jika kamu sanggup melepaskan perbuatan yang tidak masuk akal seperti ini, dan memeluk Islam, aku akan berkahwin denganmu, tanpa sebarang emas dan perak".
Abu Talhah pulang dan merenung kembali apa yang diperkatakan Rumaysa'. Akhirnya Abu Talhah memeluk Islam dan berkahwin dengan Rumaysa'. Abu Talhah juga menjadi antara sahabat yang teguh memperjuangkan Islam disamping Rasulullah S.A.W.

Kisah 3: seorang isteri yang bijaksana
Hasil perkahwinan mereka dikurniakan cahayamata bernama Abu Umair. sewaktu Abu Talhah bermusafir jauh, Abu Umair telah meninggal dunia. Rumaysa' telah menguruskan mayat anaknya bersama penduduk kampung. Rumaysa' memberitahu juga kepada orang ramai bahawa janganlah perihal itu diceritakan kepada suaminya, melainkan dari dirinya sendiri. Selepas Abu Talhah pulang, dalam keadaan penat, Rumaysa' melayan suaminya dengan baik, menghidangkan makanan dan melayan suaminya makan. Abu Talhah bertanya kepada Rumaysa',
"Mengapa aku tidak melihat Abu Umair?".
"Anak kita berada dalam keadaan aman sekarang".
Selepas makan, Rumaysa' melayan suaminya dengan baik. Selepas hilang letih suaminya, menjelang malam, suaminya bertanya lagi, "Dimanakah Abu Umair?.
" Suamiku, sekiranya seseorang meminjamkan sesuatu kepada kita, jika dia mengkehendakinya kembali, wajibkah kita memulangkannya kembali?.
"mestilah perlu"
"begitulah dengan anak kita. Allah telah meminjamkan Abu Umair kepada kita dan Dia telah mengambilnya kembali".
Mengerti akan kata-kata isterinya, Abu Talhah sedih namun redha dengan pemergian anaknya. Keesokannya, Abu Talhah berjumpa dengan Rasulullah dan menceritakan perihal itu. Rasulullah kagum dengan ketabahan Ummu Sulaym dan mendoakan mereka dikurniakan zuriat yang ramai. Akhirnya mereka dikurniakan 10 orang anak yang masing-masing merupakan ulama' yang terkenal.
inilah beberapa kisah yang mungkin bisa menjadi eferensi dan memberikan manfaat buat anda semua, semoga bermanfaat ya sobat. salam berbahagia buat kita semua.

Sumber : Annisa el_Qurrota' dan beberapa sumber

Baca Juga ;
"kesungguhan yang sejati"
"merajut kerendah hatian"

Sabtu, 09 September 2017

Berubah Menjadi Lebih Baik

Membuka mata agar tidak hanya sekedar makan, minum dan hidup layaknya mahluk lain yang hidup di dunia, manusia punya banyak kehendak untuk melakukan kebaikan maupun keburukan dalam hidupnya. ketika kita memilih untuk baik sangat membutuhkan yang namanya ilmu agar apa saja yang kita lalui lebih bermakna ibadah dan kebaikan. dan ketika melakukan keburukan maka apakah kita patut disebut sebagai manusia yang sejati :) :).

Berubah Menjadi Lebih Baik

"RENUNGAN HARI INI"
Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu. Tidak ada pula "orang jahat" yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau. Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yang "hampir membunuh Rasul" pun, kini berbaring di sebelah makam beliau : *Umar bin Khattab*
Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena seseorang yang pernah "berperang melawan agama Allah" pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah : "Khalid bin Walid"
Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir'aun berada di neraka. Sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di Syurga.
Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik, meski tinggal di air yang kotor. Maka, untuk menjadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad. tidak perlu pusingkan masa lalu. Tidak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor, namun tetap mekar mengagumkan. berubah dan bangkit, jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.

BERFIKIR DENGAN JERNIH
Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar Ikhlas?
Jika semua yang kita impikan segera terwujud, dari mana kita belajar Sabar?
Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar Ikhtiar?
Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seseorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit di hidupnya.
Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas kita. Karena hanya Dia-lah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang Terbaik untuk kita.
Tetap Semangat. Tetap Sabar. Tetap Ikhlas. Tetap Syukur. Karena kita sedang Tadabbur di "Universitas Kehidupan".
Di mana, jika di sekolah formal atau kampus-kampus pada umumnya, kita mendapatkan pelajaran dahulu baru kemudian diuji, maka di dalam Universitas Kehidupan, kita diberi ujian dahulu, baru kemudian mendapatkan pelajaran. karena di sanalah letak istimewanya Universitas Kehidupan. Maka dari itu, sangat dibutuhkan Semangat, Kesabaran, Keikhlasan dan ungkapan Syukur yang harus dilakukan secara Istiqomah Terus-menerus.
Orang yang Hebat, tidaklah dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan, dan Kenyamanan. Mereka dibentuk melalui Kesukaran, Tantangan dan bahkan Air mata.

terima kasih untuk anda semua sudah ikut mengunjungi artikel kami semoga apa yang anda baca sangat berguna bagi perjalanan hidup ke depan anda. Life Is A Choice, banyak hal hidup yang kita temui saat menjalaninya maka ketika anda sudah mengalami hal-hal sebanyak itu, tinggal langkah apa yang anda pilih untuk lebih baik karena hidup adalah suatu pilihan yang krusial untuk ke depan yang lebih baik.
Semoga Bermanfaat sobat semua, jadikan harimu lebih baih dari hari kemaren . :) :) :)


Sumber : Annisa el_Qurrota' Dan Berbagai Sumber

Keagungan dan Manfaat Sedekah

Hidup begitu luas dengan rekontruksi berfikir yang jernih, bermanfaat dan menanam sikap kepedulian bagi yang benar-benar membutuhkan. mari simak keterangan di bawah ini semoga semakin menambah keluasan hati dan jiwa kita.

Keagungan dan Manfaat Sedekah

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah Nabi Muhammad Saw , dihari yang cerah ini saya akan membawakan satu hadits dari Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan tentang keutamaan bersedekah yang mudah-mudahan mendapatkan tempat dihati semua orang di sekitar kita, yang dekat maupun yang jauh. emmmb Diantara sekian banyak keutamaan-keutamaan bersedekah, diantaranya:
Bahwa bersedekah merupakan salah satu sebab musabab “Husnul Khatimah” yang penting yakin, tulus dan selalu berusaha berlaku baik, baik dalam keluwarga, bermasyarakat atau selainya, ini merupakan kabar gembira kepada kita semua, bahwa apapun yang kita sedekahkan dengan syarat harta yang kita miliki kita usahakan dari jalan yang halal/benar dan kita sedekahkan dijalan untuk berserah diri dalam mengais ketaatan kepada Allah Swt maka yang demikian ini merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”. bagus kan, siapa yang tidak kepengen bisa menemui keadaan "Husnul Khatimah".

Kita kaji kembali dan perhatikan hadits berikut ini ;
Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan memberi makan orang miskin dalam fase yang ia butuhkan karena mengharap Ridha dari Allah Swt , maka ia akan menapaki Syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan puasa karena mengharap Keridhaan dari Allah Swt maka ia masuk kedalam syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah karena mengharap Ridha dari Allah maka ia masuk kedalam syurga.
(Silsilah shohihah :1645).
Semoga Allah Swt memudahkan kita semua untuk senantiasa beramal sholeh, memperbanyak sedekah dijalan-jalan ketaatan kepada Allah Swt , bersedekah ditempat dimana ditempat tersebut menghidupkan sunnah Nabi yang mulia. Dan semoga Allah subhaanahu wa ta’ala menerima segala amal shaoleh kita serta menjadikan akhir kehidupan kita, kehidupan yang baik. amin. dan masih banyak lag keutamaan yang lainya yang dapat membuat kita menapaki jalan yang lebih baik dan mengharap keridhaan dari Allah Swt .
Cukup sekian dulu paparan beberapa keterangan dari kami, semoga bisa bermanfaat dan di lakukan dengan baik, kamu tau apa yang harus di lakukan ketika kita sudah menemukan kemanusiaan yang sejati. dengan keterangan ini apa bila di lakukan insyaallah kita akan menemukan manfaat dan ridha dari Allah Swt. semoga berkah hidupnya, umur panjang dan sehat selalu .


Sumber : AnnisObik el_Qurrota Dan Berbagai Sumber

Rabu, 06 September 2017

Tutup Keburukan orang Lain

Tutup Keburukan orang Lain

TUTUPLAH AIB ORANG LAIN ALLAH AKAN TUTUP AIB KITA
“Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (Hadits Riwayat Imam at-Tirmidzi).
Kita hidup di dunia ini terkadang merasa lebih mulia daripada orang lain. Hanya gara-gara satu kesalahan yang diperbuat orang lain yang tampak di depan mata kita, menjadikan kita merasa lebih baik dan lebih mulia sehingga kita merendahkan orang tersebut. Tidak cukup dengan merendahkan, kita pun berbangga ikut menyebarkan keburukan orang itu kepada orang lain.
Ketahuilah, mungkin saja ini adalah ujian yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang itu sehingga Allah tampakan kesalahan dan aib orang tersebut agar bisa menjadi ujian juga bagi kita dengan harapan kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang tampak dari aib itu. Dengan demikian kita semestinya menutup aib tersebut sehingga Allah akan memberi jaminan bahwa aib kita akan ditutup pula baik di dunia maupun di akhirat. Seandainya dosa itu dapat mengeluarkan bau busuk dan kita dapat mencium bau busuk tersebut, mungkin saja kita ini lebih busuk baunya dibandingkan orang yang tampak aibnya itu. Tetapi karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib umat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, maka apa yang kita rahasiakan ditutup oleh Allah Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala masih mengharapkan taubat kita. Oleh karena itu, jika kita melihat aib yang ada pada diri orang lain, jangan sampai kita merendahkan dan menyebarkan aib itu. Sebab, kalau kita melakukannya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuka aib kita di dunia dan di akhirat.
Diceritakan dalam sebuah kisah yang sangat masyhur. Suatu hari Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam didatangi seorang wanita yang mengaku telah berbuat zina. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian berpaling darinya berpura-pura tidak mendengarnya. Setiap kali bertatap muka, Rasulullah Saw akan memalingkan wajah darinya. Ini dilakukan karena Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak ingin mendengar aib wanita tersebut. namun wanita ini tetap membandel dan tetap menemui Rasulullah Saw. Kali ini ia datang bersama ayahnya dan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam kemudian bertanya, “Kau sudah hamil?.
Dijawab oleh sang wanita, “Ya, hamil”.
Lalu Nabi berpesan kepada ayahnya, “Bawa anakmu dan berbuat baiklah kepadanya”.
Di sini ada 2 pelajaran berharga yang dapat kita ambil hikmahnya.
-Pertama, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak bertanya dengan siapa dia berzina. Kita tahu yang namanya perbuatan zina itu sudah pasti dilakukan oleh 2 pelaku. tapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak menanyakan hal itu. Ini karena Rasulullah Saw suka menutup aib orang lain.
-Yang kedua, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam takut wanita itu dianiaya oleh ayahnya sehigga beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berpesan agar berbuat baik terhadap putrinya. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam khawatir ayahnya akan berbuat aniaya atas nama kehormatan keluarga. Inilah bentuk kasih sayang dan simpati Rasulullah Saw. setelah melahirkan, wanita ini datang kembali menghadap Rasulullah Saw. Maka Rasulullah Saw Sallam kemudian menyuruhnya untuk menyusui anaknya. Anehnya di sini adalah beliau tidak menahan wanita itu. Tetapi Sang nabi lebih suka untuk melepaskannya.
Dalam kisah yang lain, Rasulullah Saw menceritakan ada seorang mukmin kelak pada hari Kiamat yang mempunyai keistimewaan karena di dunia ia suka menutup aib saudaranya. Di saat menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, berbicara di hadapan Allah swt, ia mendapatkan perlakuan khusus. pada saat itu orang-orang yang menghadap kepada Allah, berbicara kepada Allah, maka pembicaraan antara dia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan dipertontonkan di hadapan lautan manusia, termasuk segala perbuatan maksiat yang pernah ia lakukan selama di dunia juga akan diperlihatkan di depan manusia. Semua akan ditampakan. akan tetapi, khusus bagi mereka yang suka menutup aib saudaranya di dunia maka akan dibuatkan tirai yang melindungi pembicaran antara orang tersebut dengan Allah sehingga tidak bisa didengar oleh siapapun. Yang bisa tahu dan dengar pembicaran tersebut hanya dirinya dengan Allah Swt. Ketika itu Allah mengatakan, “Wahai Fulan, bukankah kamu pada hari sekian, waktu sekian dan dalam keadaan sekian telah berbuat maksiat ini dan itu?”. Disebutkan semuanya oleh Allah perbuatan maksiat atau keburukan yang pernah ia lakukan selama di dunia. Ia pun mengakuinya. Hanya saja pembicaraan ini ditutup oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tidak dipertontonkan di hadapan manusia. Meskipun dosanya tetap dibicarakan oleh Allah tetapi tidak diperlihatkan kepada orang-orang saat itu. Hanya dirinya dan Allah Swt yang tahu. Allah Swt katakan kepada orang tersebut, “Dulu sewaktu hidup di dunia engkau menutup aib saudaramu maka sekarang ini semua dosamu diganti dengan kebaikan (hasanat)”.

Tutup Keburukan orang Lain

Bayangkan kegembiraan yang bakal ia dapatkan di akhirat kelak. Bukan hanya aibnya yang ditutup oleh Allah saja bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin akan mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan. Semua ini ia peroleh karena dulu ia suka menutup aib saudaranya di dunia. Subhanalloh…
Duhai saudara/ saudariku, sayangnya penyakit kita pada zaman ini adalah suka menceritakan aib dan keburuakan orang lain. Seolah perbuatan ini menjadi sebuah kelaziman dan kelezatan bagi kebanyakan orang sekarang ini. Menceritakan aib saudaranya bahkan menjadi hiburan bagi kita. Jika kita membuka internet, halaman sebuah website, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya akan banyak bermunculan cerita-cerita yang membicarakan aib dan keburukan orang lain. Berbagai media cetak, elektronik, dan televsi pun tersaji program khusus yang menayangkan aib orang lain. Inilah salah satu kesalahan yang paling banyak yang menyebabkan seseorang itu akan dilemparkan ke dalam api neraka jahannam. Ingatlah sabda Rasulullah yang mengatakan ini (sambil memegang lidah beliau) yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka Allah. Untuk itulah hati-hati dengan lisan dan lidah kita.
Rasulullah Saw juga bersabda, “Seluruh umatku akan diampuni kecuali al-Mujahirun”.
“Siapa itu al-Mujahirun, duhai Rasulullah?”, tanya Sahabat Nabi.
Dijawab oleh Rasulullah, “Dia berbuat dosa di malam hari dan Allah Swt menutup aibnya. Tetapi kemudian pada pagi harinya ia membuka aibnya sendiri”.
Sering kita tidak menyadari kita suka menceritakan perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan kepada teman atau sahabat. Atau bahkan kita berbangga diri membuka aib itu tanpa merasa berdosa. Itulah al-Mujahirun, orang yang suka membuka dan menceritakan aibnya sendiri. Kalau demikian, bagaimana ia akan mendapatkan perlindungan dari Allah Swt?
Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Allah senantiasa menutup aib-aib kita dan anak keturunan kita dan semoga Allah mengampuni seluruh aib, dosa dan kesalahan kita dan anak keturunan kita, serta menjadikan kita sebagai orang yang suka menutup aib orang lain, suka menjaga aib diri kita sendiri, tidak suka menyebarkan keburukan saudaranya dan aib sendiri. Mudah-mudahan Allah Swt menjadikan kita mampu menjaga lisan dan lidah kita dari membicarakan hal-hal yang kotor dan tidak baik, menggantikannya dengan ucapan yang membawa kebaikan dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Akibat Solat di ujung Waktu

Akibat Solat di ujung Waktu

AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU
Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.
Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.
Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.
Dia terus menjerit lagi, namun tidak ada seorangpun yang tampil membantunya.
Para malaikat terus menyeret dia. Dan mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.
Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat .
Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka"
Dia menjerit lagi sekuat tenaga:
"Solat saya? Solat saya? Doa saya?"
Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya. Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.
Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.
Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.
Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.
Dia ditarik kembali ke atas. Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya. Pria itu kelihatannya sangat daif.
Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:
"Siapakah anda?"
Orang tua itu menjawab: "Akulah sholat anda"
"Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa ?
Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:
"Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!"
"Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu .
"Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.
"Kamu ingatkah itu semua ??
Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur .
Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan.
Ya Allah.. Aku bermimpi ????
Tapi seperti nyata .
Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.
Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)


Sumber : Annisa el_Qurrota'